Graph merupakan struktur data yang paling umum. Jika struktur linear memungkinkan pendefinisian keterhubungan sikuensial antara entitas data, struktur data tree memungkinkan pendefinisian keterhubungan hirarkis, maka struktur graph memungkinkan pendefinisian keterhubungan tak terbatas antara entitas data.
Banyak entitas-entitas data dalam masalah-masalah nyata secara alamiah memiliki keterhubungan langsung (adjacency) secara tak terbatas demikian. Contoh: informasi topologi dan jarak antar kota-kota di pulau Jawa. Dalam masalah ini kota x bisa berhubungan langsung dengan hanya satu atau lima kota lainnya. Untuk memeriksa keterhubungan dan jarak tidak langsung antara dua kota dapat diperoleh berdasarkan data keterhubungan-keterhubungan langsung dari kota-kota lainnya yang memperantarainya.
Representasi data dengan struktur data linear ataupun hirarkis pada masalah ini masih bisa digunakan namun akan membutuhkan pencarian-pencarian yang kurang efisien. Struktur data graph secara eksplisit menyatakan keterhubungan ini sehingga pencariannya langsung (straightforward) dilakukan pada strukturnya sendiri.
Masalah-masalah Graph
Masalah path minimum (Shortest path problem):
mencari route dengan jarak terpendek dalam suatu jaringan transportasi.
Masalah aliran maksimum (maximum flow problem):
menghitung volume aliran BBM dari suatu reservoir ke suatu titik tujuan melalui jaringan pipa.
Masalah pencariah dalam graph (graph searching problem):
mencari langkah-langkah terbaik dalam program permainan catur komputer.
Masalah pengurutan topologis (topological ordering problem):
menentukan urutan pengambilan mata-mata kuliah yang saling berkaitan dalam hubungan prasyarat (prerequisite).
Masalah jaringan tugas (Task Network Problem):
membuat penjadwalan pengerjaan suatu proyek yang memungkinkan waktu penyelesaian tersingkat.
Masalah pencarian pohon rentang minimum (Minimum Spanning Tree Problem):
mencari rentangan kabel listrik yang totalnya adalah minimal untuk menghubungkan sejumlah kota.
Travelling Salesperson Problem:
tukang pos mencari lintasan terpendek melalui semua alamat penerima pos tanpa harus mendatangi suatu tempat lebih dari satu kali.
Four-color problem:
dalam menggambar peta, memberikan warna yang berbeda pada setiap propinsi yang saling bersebelahan.
Definisi
Suatu graph didefinisikan oleh himpunan verteks dan himpunan sisi (edge). Verteks menyatakan entitas-entitas data dan sisi menyatakan keterhubungan antara verteks. Biasanya untuk suatu graph G digunakan notasi matematis
G = (V, E)
V adalah himpunan verteks dan E himpunan sisi yang terdefinisi antara pasangan-pasangan verteks. Sebuah sisi antara verteks x dan y ditulis {x, y}.
Suatu graph H = (V1, E1) disebut subgraph dari graph G jika V1 adalah himpunan bagian dari V dan E1 himpunan bagian dari E.
Digraph & Undigraph
Graph Berarah (directed graph atau digraph): jika sisi-sisi pada graph, misalnya {x, y} hanya berlaku pada arah-arah tertentu saja, yaitu dari x ke y tapi tidak dari y ke x; verteks x disebut origin dan vertex y disebut terminus dari sisi tersebut. Secara grafis maka penggambaran arah sisi-sisi digraph dinyatakan dengan anak panah yang mengarah ke verteks terminus, secara notasional sisi graph berarah ditulis sebagai vektor dengan (x, y).
graph di samping ini adalah suatu contoh Digraph G = {V, E}
dengan V = {A, B, C, D, E, F, G, H, I,J, K, L, M}
dan E = {( (A,B),(A,C), (A,D), (A,F), (B,C), (B,H), (C,E), (C,G), (C,H), (C,I), (D,E), (D,F), (D,G), (D,K), (D,L), (E,F), (G,I), (G,K), (H,I), (I,J), (I,M), (J,K), (J,M), (L,K), (L,M)}.
Graph Tak Berarah (undirected graph atau undigraph): setiap sisi {x, y} berlaku pada kedua arah: baik x ke y maupun y ke x. Secara grafis sisi pada undigraph tidak memiliki mata panah dan secara notasional menggunakan kurung kurawal.
graph di samping ini adalah suatu contoh Undigraph G = {V, E}
dengan V = {A, B, C, D, E, F, G, H, I,J, K, L, M}
dan E = { {A,B},{A,C}, {A,D}, {A,F}, {B,C}, {B,H}, {C,E}, {C,G}, {C,H}, {C,I}, {D,E}, {D,F}, {D,G}, {D,K}, {D,L}, {E,F}, {G,I}, {G,K}, {H,I}, {I,J}, {I,M}, {J,K}, {J,M}, {L,K}, {L,M}}.
Dalam masalah-masalah graph undigraph bisa dipandang sebagai suatu digraph dengan mengganti setiap sisi tak berarahnya dengan dua sisi untuk masing-masing arah yang berlawanan.
Undigraph di atas tersebut bisa dipandang sebagai Digraph G = {V, E}
dengan V = {A, B, C, D, E, F, G, H, I,J, K, L, M}
dan E = { (A,B),(A,C), (A,D), (A,F), (B,C), (B,H), (C,E), (C,G), (C,H), (C,I), (D,E), (D,F), (D,G), (D,K), (D,L), (E,F), (G,I), (G,K), (H,I), (I,J), (I,M), (J,K), (J,M), (L,K), (L,M), (B,A), (C,A), (D,A), (F,A), (C,B), (H,B), (E,C), (G,C), (H,C), (I,C), (E,D), (F,D), (G,D), (K,D), (L,D), (F,E), (I,G), (K,G), (I,H), (J,I), (M,I), (K,J), (M,J), (K,L), (M,L)}
Selain itu, berdasarkan definisi ini maka struktur data linear maupun hirarkis adalah juga graph. Node-node pada struktur linear atupun hirarkis adalah verteks-verteks dalam pengertian graph dengan sisi-sisinya menyusun node-node tersebut secara linear atau hirarkis. Sementara kita telah ketahui bahwa struktur data linear adalah juga tree dengan pencabangan pada setiap node hanya satu atau tidak ada. Linear 1-way linked list adalah digraph, linear 2-way linked list bisa disebut undigraph.
Aspek Algoritmis
Walau secara konseptual struktur linear adalah subset dari tree dan demikian pula tree adalah subset dari graph, dalam aplikasinya perlu dibedakan cara penanganan struktur-struktur tersebut untuk mencapai efisiensi algoritmis. Algoritma-algoritma untuk graph secara umum terlalu mahal apabila digunakan pada struktur hirarkis (tree), apalagi pada struktur linear. Jadi apabila masalah yang dihadapi pada dasarnya hanya merupakan masalah dengan struktur data hirarkis saja maka cukup lah kita menggunakan representasi dan algoritma-algoritma tree.
Konektivitas pada Undigraph
* Adjacency: Dua verteks x dan y yang berlainan disebut berhubungan langsung (adjacent) jika terdapat sisi {x, y} dalam E.
* Path: Sederetan verteks yang mana setiap verteks adjacent dengan verteks yang tepat berada disebelahnya.
* Panjang dari path: jumlah sisi yang dilalui path.
* Siklus: suatu path dengan panjang lebih dari satu yang dimulai dan berakhir pada suatu verteks yang sama.
* Siklus sederhana: dalan undigraph, siklus yang terbentuk pada tiga atau lebih verteks-verteks yang berlainan yang mana tidak ada verteks yang dikunjungi lebih dari satu kali kecuali verteks awal/akhir.
* Dua verteks x dan y yang berbeda dalam suatu undigraph disebut berkoneksi (connected) apabila jika terdapat path yang menghubungkannya.
* Himpunan bagian verteks S disebut terkoneksi (connected) apabila dari setiap verteks x dalam S terdapat path ke setiap verteks y (y bukan x) dalam S.
* Suatu komponen terkoneksi (connected components) adalah subgraph (bagian dari graph) yang berisikan satu himpunan bagian verteks yang berkoneksi.
* Suatu undigraph dapat terbagi atas beberapa komponen yang terkoneksi; jika terdapat lebih dari satu komponen terkoneksi maka tidak terdapat path dari suatu verteks dalam satu komponen verteks di komponen lainnya.
* Pohon bebas (free tree): suatu undigraph yang hanya terdapat satu komponen terkoneksi serta tidak memiliki siklus sederhana.
Konektivitas pada Digraph
Terminologi di atas berlaku juga pada Digraph kecuali dalam digraph harus dikaitkan dengan arah tertentu karena pada arah yang sebaliknya belum tentu terdefinisi.
* Adjacency ke / dari: Jika terdapat sisi (x,y) maka dalam digraph dikatakan bahwa x "adjacent ke" y atau y "adjacent dari" x. Demikian pula jika terdapat path dari x ke y maka belum tentu ada path dari y ke x Jadi dalam digraph keterkoneksian didefinisikan lebih lanjut lagi sebagai berikut.
* Terkoneksi dengan kuat: Himpunan bagian verteks S dikatakan terkoneksi dengan kuat (strongly connected) bila setiap pasangan verteks berbeda x dan y dalam S, x berkoneksi dengan y dan y berkoneksi dengan x (dpl., ada path dari x ke y dan sebaliknya dari y ke x).
* Terkoneksi dengan Lemah: Himpunan bagian verteks S dikatakan terkoneksi dengan lemah (weakly connected) bila setiap pasangan verteks berbeda x dan y dalam S, salah satu: x berkoneksi dengan y (atau y berkoneksi dengan x) dan tidak kebalikan arahnya (dpl., hanya terdefinisi satu path: dari x ke y atau sebaliknya dari y ke x).
Himpunan Keterhubungan Langsung
Cara pendefinisian lain untuk graph adalah dengan menggunakan himpunan keterhubungan langsung Vx. Pada setiap verteks x terdefinisi Vx sebagai himpunan dari verteks-verteks yang adjacent dari x. Secara formal:
Vx = {y | (x,y) Î E}
Dalam digraph didefinisikan juga terminologi-terminologi berikut ini. Predesesor dari suatu verteks x (ditulis Pred(x)) adalah himpunan semua verteks yang adjacent ke x. Suksesor dari verteks x (ditulis Succ(x)) adalah himpunan semua verteks yang adjacent dari x; yaitu adjacency set di atas. .
Degree
* Degree dari suatu verteks x dalam undigraph adalah jumlah sisi di mana di salah satu ujungnya terdapat x.
* Indegree dari suatu verteks x dalam digraph adalah jumlah dari predesesor x.
* Outdegree dari suatu verteks x dalam digraph adalah jumlah dari suksesor x.
Graph berbobot (weighted graph)
Apabila sisi-sisi pada graph disertai juga dengan suatu (atau beberapa) harga yang menyatakan secara unik kondisi keterhubungan tersebut maka graph tersebut disebut graph berbobot. Biasanya dalam masalah-masalah graph bobot tersebut merupakan "biaya" dari keterhubungan ybs. Pengertian "biaya" ini menggeneralisasikan banyak aspek: biaya ekonomis dari proses/aktifitas, jarak geografis/tempuh, waktu tempuh, tingkat kesulitan, dan lain sebagainya. Dalam beberapa masalah lain bisa juga bobot tersebut memiliki pengertian "laba" yang berarti kebalikan dari "biaya" di atas. Dalam pembahasan algoritma-algoritma graph nanti pengertian bobot akan menggunakan pengertian biaya sehingga apabila diaplikasikan pada masalah yang berpengertian laba maka kuantitas-kuantitas terkait adalah kebalikannnya. Misalnya mencari jarak tempuh minimum digantikan dengan mencari laba maksimum.
Lihat contoh graph berikut ini.
Graph ini merupakan Undirected Weighted Graph. Order dari verteks A = 4, verteks B = 3, dst. Adjacentcy list dari D adalah = {A, E, F, G, K, L}.
2. GRAF
2.1 Pengertian Graf lainnya
Graf didefinisikan sebagai sekelompok simpul-simpul(nodes/vertices) V, dan sekelompok sisi(edges) E yang menghubungkan sepasang simpul.Bayangkan simpul-simpul tersebut sebagai lokasi2 lokasi, maka himpunan dari simpul-simpul tersebut adalah himpunan lokasi-lokasi yang ada. Dengan analogi ini, maka sisi merepresentasikan jalan yang menghubungkan pasangan lokasi-lokasi tersebut. Himpunan E merupakan semua jalan diantara lokasi-lokasi tersebut [3]. Graf pada umumnya direpresentasikan sebagai berikut: nodenya digambarkan dengan titik atau lingkaran, dan sisinya digambarkan dengan garis yang menghubungkannya.
Gambar 1. Contoh representasi graf
Pada gambar 1 terlihat bahwa:
• V = {1, 2, 3, 4, 5, 6}
• E = {(1,3),(1,6),(2,5),(3,4),(3,6)}.
Tiap simpul merupakan anggota dari himpunan V,
dan tiap sisi merupakan anggota dari himpunan E,
perhatikan bahwa terdapat simpul yang bukan
merupakan ujung dari sisi manapun, simpul yang
demikian disebut “terisolasi” [3].
SUMBER: http://www.cs.ui.ac.id/WebKuliah/IKI10100/1998/handout/handout19.html
http://www.find-pdf.com/cari-graph+struktur+data.html
Rabu, 12 Mei 2010
Minggu, 09 Mei 2010
Delapan SMP di Kepri Tidak Lulus 100 Persen
Dinas Pendidikan Provinsi Kepri mendata ada sekitar delapan sekolah SMP atau MTs yang siswanya tidak lulus 100%.
Ke-8 sekolah itu, antara lain berada di 4 kabupaten kota di Kepri, di antaranya, 4 sekolah di Kota Tanjungpinang yang siswanya tidak lulus, diantaranya, sekolah MTs Mitahul Ulum dengan jumlah 28 siswa, SMP 1 Senggarang Jumlah siswa 13 siswa, SMP Madong Dompak, 9 siswa, SMP swasta Yependik GPIB 7 siswa, dan sekolah swasta MTs Mitahul Ulum sebanyak 28 siswa.
Sedangkan di kota Batam, terdapat 1 sekolah, SMP Swasta Maarif dengan jumlah 14 siswa, Di Bintan satu sekolah, yakni SMP Negeri 22 Bintan dengan jumlah 8 siswa. Sedangkan di Lingga terdapat 2 sekolah, yaitu SMP 2 dengan jumlah 4 siswa, dan SMP 5 Lingga, dengan jumlah 9 siswa.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri Arifin Nasir mengatakan seluruh siswa yang tidak Lulus dalam UN tahun ini dapat melakukan ujian Ulangan 2 pekan ini, sedangkan pelajaran yang di uji, adalah mata pelajaran masing-masing siswa yang gagal mencapai nilai rata-rata.
"Seluruh siswa yang gagal dapat melakukan Ujian Ulangan, sesuai dengan mekanisme, sebagai mana dalam mengikuti UN sebelumnya," kata Minggu (9/5).
Sumber: http://www.mediaindonesia.com/read/2010/05/09/141658/126/101/Delapan-SMP-di-Kepri-Tidak-Lulus-100-Persen
Ke-8 sekolah itu, antara lain berada di 4 kabupaten kota di Kepri, di antaranya, 4 sekolah di Kota Tanjungpinang yang siswanya tidak lulus, diantaranya, sekolah MTs Mitahul Ulum dengan jumlah 28 siswa, SMP 1 Senggarang Jumlah siswa 13 siswa, SMP Madong Dompak, 9 siswa, SMP swasta Yependik GPIB 7 siswa, dan sekolah swasta MTs Mitahul Ulum sebanyak 28 siswa.
Sedangkan di kota Batam, terdapat 1 sekolah, SMP Swasta Maarif dengan jumlah 14 siswa, Di Bintan satu sekolah, yakni SMP Negeri 22 Bintan dengan jumlah 8 siswa. Sedangkan di Lingga terdapat 2 sekolah, yaitu SMP 2 dengan jumlah 4 siswa, dan SMP 5 Lingga, dengan jumlah 9 siswa.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri Arifin Nasir mengatakan seluruh siswa yang tidak Lulus dalam UN tahun ini dapat melakukan ujian Ulangan 2 pekan ini, sedangkan pelajaran yang di uji, adalah mata pelajaran masing-masing siswa yang gagal mencapai nilai rata-rata.
"Seluruh siswa yang gagal dapat melakukan Ujian Ulangan, sesuai dengan mekanisme, sebagai mana dalam mengikuti UN sebelumnya," kata Minggu (9/5).
Sumber: http://www.mediaindonesia.com/read/2010/05/09/141658/126/101/Delapan-SMP-di-Kepri-Tidak-Lulus-100-Persen
BNI Kucurkan Kredit Pembibitan Sapi
JAKARTA--MI: PT Bank Negara Indonesia Tbk memberikan fasilitas kredit pembibitan 3.000 ekor sapi di Makassar. Fasilitas ini diberikan pada petani melalui PT Berdikari United Livestock Indonesia senilai Rp 42,5 miliar.
Hal ini diungkap Direktur UKM dan Syariah BNI Achmad Baiquni melalui siaran pers-nya Minggu (9/5). Menurutnya, kredit ini diberikan BNI untuk mendukung program pemerintah dalam upaya meningkatkan produksi sapi. Dengan turut menyalurkan kredit usaha pembibitan sapi (KUPS) peternak bisa memperoleh bibit sapi yang baik.
"Skim kredit ini merupakan salah satu program pemerintah melalui bank yang ditunjuk dengan 3 pola penyaluran. Pola ini diantaranya kepada pengusaha skala menengah atas yang bermitra dengan kelompok tani, kepada koperasi yang bermitra dengan kelompok tani, dan langsung kepada kelompok tani," tutur Baiquni.
Penyerahan kredit disaksikan Menteri Pertanian RI, Suswono. Menurut Baiquni, pemberian fasilitas kredit usaha pembibitan sapi ini bagian dari penyaluran kredit UKM BNI. Dengan program ini BNI akan meningkatkan penyaluran kredit usaha kecil dan menengah di sektor peternakan dan pertanian.
"Komitmen BNI ini sebagai salah satu bentuk dukungan pemerintah dalam mencapai swasembada daging sapi dengan berkontribusi dalam meningkatkan jumlah populasi sapi di Indonesia," pungkas Baiquni. (Toh/OL-2)
Sumber: http://www.mediaindonesia.com/read/2010/05/09/141659/20/2/BNI-Kucurkan-Kredit-Pembibitan-Sapi
Hal ini diungkap Direktur UKM dan Syariah BNI Achmad Baiquni melalui siaran pers-nya Minggu (9/5). Menurutnya, kredit ini diberikan BNI untuk mendukung program pemerintah dalam upaya meningkatkan produksi sapi. Dengan turut menyalurkan kredit usaha pembibitan sapi (KUPS) peternak bisa memperoleh bibit sapi yang baik.
"Skim kredit ini merupakan salah satu program pemerintah melalui bank yang ditunjuk dengan 3 pola penyaluran. Pola ini diantaranya kepada pengusaha skala menengah atas yang bermitra dengan kelompok tani, kepada koperasi yang bermitra dengan kelompok tani, dan langsung kepada kelompok tani," tutur Baiquni.
Penyerahan kredit disaksikan Menteri Pertanian RI, Suswono. Menurut Baiquni, pemberian fasilitas kredit usaha pembibitan sapi ini bagian dari penyaluran kredit UKM BNI. Dengan program ini BNI akan meningkatkan penyaluran kredit usaha kecil dan menengah di sektor peternakan dan pertanian.
"Komitmen BNI ini sebagai salah satu bentuk dukungan pemerintah dalam mencapai swasembada daging sapi dengan berkontribusi dalam meningkatkan jumlah populasi sapi di Indonesia," pungkas Baiquni. (Toh/OL-2)
Sumber: http://www.mediaindonesia.com/read/2010/05/09/141659/20/2/BNI-Kucurkan-Kredit-Pembibitan-Sapi
VALAS 9/5/2010 - 17:10
Nilai Tukar
US Dollar 9.293
Australian Dollar 8.268
EURO 11.779
Japanese Yen 101.00
Singapore Dollar 6.621
Sumber: http://mediaindonesia.com/
US Dollar 9.293
Australian Dollar 8.268
EURO 11.779
Japanese Yen 101.00
Singapore Dollar 6.621
Sumber: http://mediaindonesia.com/
Jumat, 07 Mei 2010
Mempopulerkan Ulos Lewat Tas dan Sandal
KOMPAS.com - Ulos menjadi bagian penting dalam upacara adat suku Batak, dan menjadi bagian dari budaya dan tradisi khasnya. Adat Mangulosi, misalnya, begitu kental dengan momen pernikahan. Selembar kain ulos diberikan kepada pengantin sebagai bentuk doa dan penghargaan atas kain tenun tradisi ini.
Kain tenun klasik khas Sumatera Utara ini menjadi primadona dalam acara adat. Namun belum banyak ditemui dalam bentuk lain, yang memiliki fungsi lain selain selendang. Misalnya, dibuat menjadi tas unik, fungsional, dan bernilai budaya tinggi. Atau, dompet cantik yang menampilkan motif tenun ini.
Denny Maria MN adalah salah satu orang yang berinisiatif mempopulerkan kain tenun khas dari tanah kelahirannya di Medan ini menjadi produk re-use sejak September 2008.
Pemilik usaha produk recycling dengan brand Nick's Collection ini meyakini Ulos akan lebih bermanfaat dan bernilai ekonomi dengan diolah menjadi fungsi lain.
"Setelah pernikahan, ulos pemberian dari kerabat pastinya menumpuk di rumah. Kebanyakan orang juga nantinya akan menjual ulos dengan harga murah di pasar. Jadi, daripada hanya dijual begitu saja, ulos ini bisa dimanfaatkan dan dibuat barang yang lebih berfungsi, menghasilkan, dan sekaligus mengenalkan budaya," papar Denny kepada Kompas Female, di sela lokakarya wirausaha untuk perempuan di Gedung Indonesia Power, Rabu (5/5/2010) lalu.
Menurut Denny, dibandingkan kain tenun khas Sumatera seperti dari Palembang atau Aceh, kain ulos dari Medan lah yang belum beralih fungsi dalam bentuk lain. Padahal motif ulos yang cantik bisa dibentuk dengan desain menarik menjadi tas atau dompet. Dengan cara ini, Denny meyakini, ulos justru akan lebih dikenal masyarakat luas sebagai kain tradisi dari Batak.
Bermodalkan kain ulos hadiah pernikahannya, Denny mulai memproduksi tas dan dompet, hingga sandal wanita. Denny mempekerjakan satu penjahit untuk membantunya memproduksi Nick's Collection sekitar 10 hingga 20 produk dalam satu minggu.
Jika selembar ulos dihargai Rp 25.000 di pasaran, dibutuhkan Rp 500.000 untuk modal membuat produk dompet atau tas. Ditambah lagi dengan pembelian material untuk proses menjahit sekitar Rp 200.000 hingga Rp 500.000, yang bisa digunakan selama satu bulan.
Ide kreatif Denny inilah yang kemudian menarik perhatian SMESCO, sentra pemasaran UKM Indonesia yang berlokasi di Jakarta Selatan. Ikon pusat promosi dan pengembangan seluruh produk UKM bernuansa tradisi dan budaya Indonesia ini memiliki konsep galeri.
Produk dompet dan tas berbahan ulos dari Nick's Collection mendapat tempat untuk memasarkan koleksinya di galeri ini. Untuk menembus kriteria produk di SMESCO, Denny harus mengubah beberapa desain produknya. Kualitas restleting dan bahan bagian dalam tas atau dompet, misalnya, harus memenuhi standar internasional.
Bagi Denny, kesempatan ini menjadi tantangan, yang akhirnya mampu dipenuhinya. Saat ini Denny mengaku sudah masuk bulan kedua pemasaran produknya di SMESCO.
"Bisnis mulai berkembang, dan produk semakin dikenal setelah masuk ke SMESCO," katanya, meneguhkan mimpinya untuk membuka toko di dekat workshop-nya di Depok II Tengah. Lima tahun lagi adalah target waktu yang direncanakan Denny untuk membuka toko tersebut.
Ajang pameran dan temu kumpul dengan komunitas pebisnis perempuan juga menjadi akses pasar lain yang dipilih Denny untuk mempopulerkan produknya.
Ide kreatif dan keunikan produk menjadi nilai jual, yang diyakini Denny bisa membuat ulos semakin dikenal dan bermanfaat bagi penggunanya. Terbukti, sejak pertama kali memasarkan barangnya di SMESCO pada Februari 2010, Denny menikmati omzet Rp 500.000 pada bulan pertama (penjualan Maret), dan Rp 930.000 pada bulan kedua (penjualan April). Ketika produk berbahan ulos buatannya semakin populer, angka ini pasti akan terus meningkat.
Sumber: http://female.kompas.com/read/xml/2010/05/07/09424237/Mempopulerkan.Ulos.Lewat.Tas.dan.Sandal-12
Kain tenun klasik khas Sumatera Utara ini menjadi primadona dalam acara adat. Namun belum banyak ditemui dalam bentuk lain, yang memiliki fungsi lain selain selendang. Misalnya, dibuat menjadi tas unik, fungsional, dan bernilai budaya tinggi. Atau, dompet cantik yang menampilkan motif tenun ini.
Denny Maria MN adalah salah satu orang yang berinisiatif mempopulerkan kain tenun khas dari tanah kelahirannya di Medan ini menjadi produk re-use sejak September 2008.
Pemilik usaha produk recycling dengan brand Nick's Collection ini meyakini Ulos akan lebih bermanfaat dan bernilai ekonomi dengan diolah menjadi fungsi lain.
"Setelah pernikahan, ulos pemberian dari kerabat pastinya menumpuk di rumah. Kebanyakan orang juga nantinya akan menjual ulos dengan harga murah di pasar. Jadi, daripada hanya dijual begitu saja, ulos ini bisa dimanfaatkan dan dibuat barang yang lebih berfungsi, menghasilkan, dan sekaligus mengenalkan budaya," papar Denny kepada Kompas Female, di sela lokakarya wirausaha untuk perempuan di Gedung Indonesia Power, Rabu (5/5/2010) lalu.
Menurut Denny, dibandingkan kain tenun khas Sumatera seperti dari Palembang atau Aceh, kain ulos dari Medan lah yang belum beralih fungsi dalam bentuk lain. Padahal motif ulos yang cantik bisa dibentuk dengan desain menarik menjadi tas atau dompet. Dengan cara ini, Denny meyakini, ulos justru akan lebih dikenal masyarakat luas sebagai kain tradisi dari Batak.
Bermodalkan kain ulos hadiah pernikahannya, Denny mulai memproduksi tas dan dompet, hingga sandal wanita. Denny mempekerjakan satu penjahit untuk membantunya memproduksi Nick's Collection sekitar 10 hingga 20 produk dalam satu minggu.
Jika selembar ulos dihargai Rp 25.000 di pasaran, dibutuhkan Rp 500.000 untuk modal membuat produk dompet atau tas. Ditambah lagi dengan pembelian material untuk proses menjahit sekitar Rp 200.000 hingga Rp 500.000, yang bisa digunakan selama satu bulan.
Ide kreatif Denny inilah yang kemudian menarik perhatian SMESCO, sentra pemasaran UKM Indonesia yang berlokasi di Jakarta Selatan. Ikon pusat promosi dan pengembangan seluruh produk UKM bernuansa tradisi dan budaya Indonesia ini memiliki konsep galeri.
Produk dompet dan tas berbahan ulos dari Nick's Collection mendapat tempat untuk memasarkan koleksinya di galeri ini. Untuk menembus kriteria produk di SMESCO, Denny harus mengubah beberapa desain produknya. Kualitas restleting dan bahan bagian dalam tas atau dompet, misalnya, harus memenuhi standar internasional.
Bagi Denny, kesempatan ini menjadi tantangan, yang akhirnya mampu dipenuhinya. Saat ini Denny mengaku sudah masuk bulan kedua pemasaran produknya di SMESCO.
"Bisnis mulai berkembang, dan produk semakin dikenal setelah masuk ke SMESCO," katanya, meneguhkan mimpinya untuk membuka toko di dekat workshop-nya di Depok II Tengah. Lima tahun lagi adalah target waktu yang direncanakan Denny untuk membuka toko tersebut.
Ajang pameran dan temu kumpul dengan komunitas pebisnis perempuan juga menjadi akses pasar lain yang dipilih Denny untuk mempopulerkan produknya.
Ide kreatif dan keunikan produk menjadi nilai jual, yang diyakini Denny bisa membuat ulos semakin dikenal dan bermanfaat bagi penggunanya. Terbukti, sejak pertama kali memasarkan barangnya di SMESCO pada Februari 2010, Denny menikmati omzet Rp 500.000 pada bulan pertama (penjualan Maret), dan Rp 930.000 pada bulan kedua (penjualan April). Ketika produk berbahan ulos buatannya semakin populer, angka ini pasti akan terus meningkat.
Sumber: http://female.kompas.com/read/xml/2010/05/07/09424237/Mempopulerkan.Ulos.Lewat.Tas.dan.Sandal-12
Tumor Ganas Kanker Serviks Penyebab Utama Kematian
JAKARTA, KOMPAS — Kanker leher rahim merupakan penyebab utama kematian akibat kanker di negara berkembang. Padahal, kanker itu sebetulnya dapat diminimalisasi penderitanya.
javascript:void(0)
Hal itu terungkap dalam acara "Fight for Cervical Cancer" yang diselenggarakan Fakultas Vokasi Hubungan Masyarakat Universitas Indonesia, Kamis (6/5/2010). Kegiatan itu bertujuan meningkatkan kesadaran perempuan, khususnya mahasiswi akan bahaya kanker leher rahim (serviks).
Kanker serviks ialah kanker pada area bawah rahim yang menghubungkan rahim dengan vagina. Sel-sel serviks normal yang terinfeksi human papilloma virus (HPV), terutama tipe 16 dan 18, perlahan berkembang menjadi prakanker.
Salah satu pembicara, dokter spesialis kandungan Adrian Setiawan, mengatakan, kanker serviks merupakan penyebab utama kematian perempuan di negara berkembang. Menurut data Globocan 2002, terdapat 40.000 kasus baru kanker serviks dengan sekitar 22.000 kematian pada perempuan di Asia Tenggara. Indonesia di peringkat pertama dengan 15.050 kasus baru dan kematian 7.566 jiwa dalam setahun.
Angka itu tak jauh berubah, bahkan meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Denga jumlah penderita yang terus bertambah, kasus kanker serviks terjadi fenomena gunung es. "Ini berarti sekitar 20 perempuan Indonesia meninggal karena kanker serviks per hari," kata Adrian.
Salah satu penyebab tingginya angka kejadian di negara berkembang ialah terbatasnya informasi mengenai kanker jenis itu. Deteksi dini berupa pap smear dan vaksin masih relatif mahal. Biaya pap smear Rp 400.000- Rp 700.000. Aementara vaksin HPV Rp 1 juta sekali suntik.
Adrian mengatakan, sekitar 90 persen kanker leher rahim disebabkan HPV—virus umum. Sementara 8-10 perempuan diduga sudah terinfeksi HPV selama hidupnya. Virus itu dapat menular pada perempuan dan laki-laki. Ada sekitar 100 jenis HPV dan 30 di antaranya mengenai bagian kelamin. Sebagian besar dapat dibersihkan sendiri oleh tubuh.
Jenis HPV yang diketahui menjadi penyebab kanker antara lain tipe 16 dan 18—penyebab sekitar 70 persen kanker leher rahim. Kanker leher rahim sering kali tanpa gejala sehingga sekitar 70 persen pasien datang dalam stadium lanjut.
Hal senada diungkapkan Adityawati G Parengkuan dari Yayasan Kanker Indonesia. Dia mengatakan, penderita kanker terus bertambah dan 85 persen penyebab kanker pada umumnya ialah faktor lingkungan dan 15 persen faktor genetika.
Faktor risiko untuk kanker rahim antara lain hubungan seksual usia muda (kurang dari 20 tahun), berganti-ganti pasangan seksual, sering menderita infeksi di daerah kelamin, dan melahirkan banyak anak. Faktor risiko lainnya adalah defisiensi vitamin A, C, dan E serta terpapar asap rokok.
Adrian mengatakan, pencegahan primer kanker serviks dapat dengan vaksin HPV tipe 16 dan 18. Pencegahan lain dengan menjaga perilaku seksual.
Sumber: http://kesehatan.kompas.com/read/2010/05/07/08042334/Kanker.Serviks.Penyebab.Utama.Kematian-4
javascript:void(0)
Hal itu terungkap dalam acara "Fight for Cervical Cancer" yang diselenggarakan Fakultas Vokasi Hubungan Masyarakat Universitas Indonesia, Kamis (6/5/2010). Kegiatan itu bertujuan meningkatkan kesadaran perempuan, khususnya mahasiswi akan bahaya kanker leher rahim (serviks).
Kanker serviks ialah kanker pada area bawah rahim yang menghubungkan rahim dengan vagina. Sel-sel serviks normal yang terinfeksi human papilloma virus (HPV), terutama tipe 16 dan 18, perlahan berkembang menjadi prakanker.
Salah satu pembicara, dokter spesialis kandungan Adrian Setiawan, mengatakan, kanker serviks merupakan penyebab utama kematian perempuan di negara berkembang. Menurut data Globocan 2002, terdapat 40.000 kasus baru kanker serviks dengan sekitar 22.000 kematian pada perempuan di Asia Tenggara. Indonesia di peringkat pertama dengan 15.050 kasus baru dan kematian 7.566 jiwa dalam setahun.
Angka itu tak jauh berubah, bahkan meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Denga jumlah penderita yang terus bertambah, kasus kanker serviks terjadi fenomena gunung es. "Ini berarti sekitar 20 perempuan Indonesia meninggal karena kanker serviks per hari," kata Adrian.
Salah satu penyebab tingginya angka kejadian di negara berkembang ialah terbatasnya informasi mengenai kanker jenis itu. Deteksi dini berupa pap smear dan vaksin masih relatif mahal. Biaya pap smear Rp 400.000- Rp 700.000. Aementara vaksin HPV Rp 1 juta sekali suntik.
Adrian mengatakan, sekitar 90 persen kanker leher rahim disebabkan HPV—virus umum. Sementara 8-10 perempuan diduga sudah terinfeksi HPV selama hidupnya. Virus itu dapat menular pada perempuan dan laki-laki. Ada sekitar 100 jenis HPV dan 30 di antaranya mengenai bagian kelamin. Sebagian besar dapat dibersihkan sendiri oleh tubuh.
Jenis HPV yang diketahui menjadi penyebab kanker antara lain tipe 16 dan 18—penyebab sekitar 70 persen kanker leher rahim. Kanker leher rahim sering kali tanpa gejala sehingga sekitar 70 persen pasien datang dalam stadium lanjut.
Hal senada diungkapkan Adityawati G Parengkuan dari Yayasan Kanker Indonesia. Dia mengatakan, penderita kanker terus bertambah dan 85 persen penyebab kanker pada umumnya ialah faktor lingkungan dan 15 persen faktor genetika.
Faktor risiko untuk kanker rahim antara lain hubungan seksual usia muda (kurang dari 20 tahun), berganti-ganti pasangan seksual, sering menderita infeksi di daerah kelamin, dan melahirkan banyak anak. Faktor risiko lainnya adalah defisiensi vitamin A, C, dan E serta terpapar asap rokok.
Adrian mengatakan, pencegahan primer kanker serviks dapat dengan vaksin HPV tipe 16 dan 18. Pencegahan lain dengan menjaga perilaku seksual.
Sumber: http://kesehatan.kompas.com/read/2010/05/07/08042334/Kanker.Serviks.Penyebab.Utama.Kematian-4
Bagunan Rusak Pascagempa, UNP Kurangi Mahasiswa Baru
Universitas Negeri Padang (UNP) mengurangi jumlah penerimaan mahasiswa baru 2010 karena rusaknya sebagian besar gedung dan fasilitas perkuliahan akibat gempa 7,9 SR pada 30 September 2009 lalu.
Pada 2010, UNP direncanakan menerima sekitar 3.000 mahasiswa baru atau turun sekitar 8,6% dari penerimaan pada 2009 sebanyak 3.285 mahasiswa baru. Mahasiswa baru tersebut masuk dari berbagai jalur seperti PMDK, jalur prestasi, dan SNMPTN.
"Jika tidak terjadi gempa yang merusak sebagian gedung perkuliahan pada akhir September lalu, pada 2010, UNP bisa menampung sekitar 4.000 mahasiswa baru," kata Kepala Bagian Humas UNP Amril Amir. Menurutnya, gempa 7,9 SR tersebut merusak sekitar 60% gedung dan fasilitas perkuliahan di UNP.
Beberapa bangunan bahkan sama sekali tidak layak lagi digunakan seperti gedung berlantai lima milik Fakultas Bahasa Sastra dan Seni (FBSS) UNP. Akibat rusaknya bangunan kuliah tersebut, UNP membangun sejumlah ruang kelas darurat di lapangan terbuka dan areal parkir.
Namun karena terbatasnya lahan, jumlah ruang kelas yang dibangun tidak mencukupi sehingga mahasiswa terpaksa antre dalam pemakaian ruang kelas. Posisi ruang kelas darurat yang ada pun berdempet antara satu dengan yang lainnya sehingga ruangan menjadi panas dan kekurangan udara segar.
Ia mengatakan, pada Oktober 2009, pemerintah pusat sebetulnya telah menawarkan dana perbaikan untuk digunakan hingga Desember 2009. Namun karena terbatasnya waktu dan takut bermasalah, UNP tidak menerima tawaran tersebut. UNP direncanakan melaksanakan perbaikan pada 2010 menggunakan dana dari APBN Perubahan.
Sumber: http://www.mediaindonesia.com/read/2010/05/07/141193/126/101/Bagunan-Rusak-Pascagempa-UNP-Kurangi-Mahasiswa-Baru
Pada 2010, UNP direncanakan menerima sekitar 3.000 mahasiswa baru atau turun sekitar 8,6% dari penerimaan pada 2009 sebanyak 3.285 mahasiswa baru. Mahasiswa baru tersebut masuk dari berbagai jalur seperti PMDK, jalur prestasi, dan SNMPTN.
"Jika tidak terjadi gempa yang merusak sebagian gedung perkuliahan pada akhir September lalu, pada 2010, UNP bisa menampung sekitar 4.000 mahasiswa baru," kata Kepala Bagian Humas UNP Amril Amir. Menurutnya, gempa 7,9 SR tersebut merusak sekitar 60% gedung dan fasilitas perkuliahan di UNP.
Beberapa bangunan bahkan sama sekali tidak layak lagi digunakan seperti gedung berlantai lima milik Fakultas Bahasa Sastra dan Seni (FBSS) UNP. Akibat rusaknya bangunan kuliah tersebut, UNP membangun sejumlah ruang kelas darurat di lapangan terbuka dan areal parkir.
Namun karena terbatasnya lahan, jumlah ruang kelas yang dibangun tidak mencukupi sehingga mahasiswa terpaksa antre dalam pemakaian ruang kelas. Posisi ruang kelas darurat yang ada pun berdempet antara satu dengan yang lainnya sehingga ruangan menjadi panas dan kekurangan udara segar.
Ia mengatakan, pada Oktober 2009, pemerintah pusat sebetulnya telah menawarkan dana perbaikan untuk digunakan hingga Desember 2009. Namun karena terbatasnya waktu dan takut bermasalah, UNP tidak menerima tawaran tersebut. UNP direncanakan melaksanakan perbaikan pada 2010 menggunakan dana dari APBN Perubahan.
Sumber: http://www.mediaindonesia.com/read/2010/05/07/141193/126/101/Bagunan-Rusak-Pascagempa-UNP-Kurangi-Mahasiswa-Baru
Langganan:
Postingan (Atom)